Bayang
Semu
Karya : selangkahkaki
Ku gendong ransel hitamku
Tibalah aku dalam bangunan reot bagai gubuk sawah
Dinding kayu
Amben bambu
Kreeek…kreeek…kreeek...
Itulah yang aku rindukan
Sekian lama aku
mengembara
Tak ku bayang
Ketika rayap melahapnya
dengan rakus
Ketika tikus
mencuri dengan sebelah mata
Dasar tak tau
belas kasihan
Sepintas terlukis dalam benakku
Gema batuk menghiasi sudut ruangan
Menggretak hatiku
Mengiris mataku
Hingga aku terpaksa membuang air mata itu
Ku paksakan langkah kaki ini
Menengok raga yang mulai rapuh
Ku bisikkan kata-kata itu
Ayah…aku harus pergi
Bertahun-tahun
silam
Aku bertahan
Melawan batinku
Memantapkan
tekadku
Kembali menginjakkan
kaki ini
Di atas tanah harapan
Ingin aku kembali dalam pelukan ayah
Tapi apalah daya
Bendera putih melambai
Menyambutku dengan derai air mata
Kini ayah telah jauh disana
Maafkan aku ayah
Maafkan anakmu ini
Terima kasih untuk kenangan yang kau lukis
Doaku menyertaimu, ayah...