Minggu, 15 November 2015

Puisi Haru dan Syahdu



Bayang Semu
Karya : selangkahkaki


Ku gendong ransel hitamku

Tibalah aku dalam bangunan reot bagai gubuk sawah

Dinding kayu

Amben bambu

Kreeek…kreeek…kreeek...

Itulah yang aku rindukan

            Sekian lama aku mengembara

            Tak ku bayang

            Ketika rayap melahapnya dengan rakus

            Ketika tikus mencuri dengan sebelah mata

            Dasar tak tau belas kasihan

Sepintas terlukis dalam benakku

Gema batuk menghiasi sudut ruangan

Menggretak hatiku

Mengiris mataku

Hingga aku terpaksa membuang air mata itu

Ku paksakan langkah kaki ini

Menengok raga yang mulai rapuh

Ku bisikkan kata-kata itu

Ayah…aku harus pergi

            Bertahun-tahun silam

            Aku bertahan

            Melawan batinku

            Memantapkan tekadku

            Kembali menginjakkan kaki ini

Di atas tanah harapan

Ingin aku kembali dalam pelukan ayah

Tapi apalah daya

Bendera putih melambai

Menyambutku dengan derai air mata

Kini ayah telah jauh disana

Maafkan aku ayah

Maafkan anakmu ini

Terima kasih untuk kenangan yang kau lukis

Doaku menyertaimu, ayah...

Sabtu, 14 November 2015

profil selentikjari

Nama : AA
Alamat : Magelang
Ttl : Magelang, oktober 1998
Motto : lebih baik menjadi ekor kebaikan daripada menjadi kepala kejelekan. Sami'naa wa atho'naa